Oleh Nurdiyansah
Satu tahun sudah sejak YAPPIKA mulai melakukan program penggalangan dana dan keaksaraan fungsional (KF) pada tahun 2010. Kami telah berhasil mendirikan 10 kelompok belajar bagi kaum ibu buta aksara di kawasan Marunda dan Sukapura. Selain menggalang donasi publik, kami juga bekerja sama dengan para relawan yang tergabung dalam organisasi Relawan YAPPIKA guna mengimplementasikan program “Ayo Bantu 5,3 Juta Ibu Indonesia Belajar Membaca”. Upaya ini akan terus kami lanjutkan sebagai upaya menolong kaum ibu dari ketidakberdayaan karena tidak mampu membaca, menulis, dan berhitung, serta tidak memahami hak-hak dasar mereka sebagai warga negara.
Tahun ini, kami masih akan melanjutkan program yang sama dengan rencana melakukan pembelajaran tahap lanjutan bagi kelompok belajar yang ada dan membuka kelompok-kelompok belajar baru. Kami dapat terus berjalan karena peran dan kepedulian Anda, serta semangat para ibu yang menjadi warga belajar kami. Pengalaman para ibu dalam belajar bersama kami telah turut kami bawa sebagai harapan yang menyalakan semangat kami dalam mendampingi mereka.
Seperti Ibu Darkini yang tak lagi harus merasa malu atau rendah diri dengan jabatan suaminya sebagai Ketua RT. Dengan kemampuan baca-tulisnya, kini ia mampu membantu mengurus administrasi warga dan aktif dalam kegiatan sosial lainnya. Adapula Bu Karni yang telah berani berbicara di depan umum. ”Kemarin saya bisa tanda tangan di depan beberapa orang petugas bank (untuk meminjam modal),” katanya kepada relawan ketika berhasil membuat tanda tangan pertamanya. Kisah Ibu Nimah (60 tahun) juga menginspirasi kami. Ia adalah perempuan yang mengalami buta aksara sejak kecil. Meski terhambat karena usia yang telah lanjut dengan penglihatan dan daya ingat yang berkurang, ia tetap memiliki semangat untuk mampu baca-tulis. “Kapan, ya, saya pintar baca?” ujar Ibu Nimah ketika kami ajak mengobrol. Dengan harapan besar, kami terus berusaha memotivasi para ibu buta aksara lainnya agar tetap semangat dan rajin belajar.
“Saya mah terima kasih sekali kalo ada yang mau ngajarin kami yang ngga sekolah. Saya jadi semakin semangat belajar biar pinter dan mengetahui apa yang belum saya ketahui.” Ibu Hasanah, 42 tahun, warga belajar.
“Semenjak menjadi tutor relawan KF, begitu banyak pengalaman yang mampu merubah hidup saya menjadi pribadi yang mengerti arti sebuah berbagi.” Dika, tutor relawan KF, mahasiswa UNJ.
Filed under: Agenda Kegiatan Ditandai: | ayo bantu, belajar membaca, hak dasar, ibu belajar, Keaksaraan Fungsional, KF, mahasiswa UNJ, penggalangan dana, relawan, relawan KF, relawan yappika, siska, tutor, yappika



jika ingin berpartisipasi dengan relawan yappika bagaimana ya caranya?
datang ja lgsg ke sekret