Dibentuknya negara Indonesia memang dibuat dengan berbagai macam suku, ras, dan agama yang tergabung dalam suatu ikatan. Semboyan bhineka tunggal ika sudah cukup mewakili bahwa pluralitas sangatlah dijunjung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukti yang lebih konkret lagi adalah terbentuknya susunan Pancasila yang saat ini sudah diakui dunia sebagai asli pemikiran dari Indonesia yang meliputi dari aspek agama, mengahargai sesama dan cita-cita bangsa.
Namun, selama perjalanannya bangsa ini juga terdapat serbuan ancaman disintegrasi bangsa karena diakibatkan tak mampunya rasa toleransi dan tenggang rasa dalam bermasyarakat. Seharusnya perang SARA tidak perlu terjadi. Sekadar catatan telah terjadi serentetan konflik yaitu tragedi Poso, Sampang, Kalimantan, Aceh, dan Papua yang meninggalkan banyak luka baik secara fisik dan batin bagi para korban. Belum lagi hantaman dari eksternal yang berusaha mengakui Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI) dalam pengambilan item-item hasil budaya asli Indonesia seperti Batik, Tarian Reog, dan desain patung Bali.
Dalam hal ini peran stake holders yaitu pemerintah, LSM dan organisasi Masyarakat haruslah berperan aktif untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga kejayaan yang dulu pernah diraih bangsa ini dapat direbut kembali. Salah satu unsur yang terpenting adalah bagaimana pemuda dapat menghargai budaya sendiri dengan mempertahankan ciri khas budaya. Kita boleh ambil contoh ketika India telah berhasil membudayakan budayanya sendiri walapun budaya barat sudah ada sejak kemerdekaan bangsanya.
Belum lagi budaya asli Indonesia semakin terhimpit akibat dari derasnya budaya dan ideologi asing baik yang menyerang agama, ras dan suku sehingga beberapa tarian dan pakaian adat harus disesuaiakan dengan tradisi baru dalam hal ini tertuang pada Undang-Undang Pornografi yang membuat kebebasan berekspresi semakin terkukung dan hilangnya originalitas dari sebuah karya
Perkembangan budaya saat ini mungkin sudah mengalami tren modifikasi seperti yang sudah diaplikasikan pada tarian, makanan, atau pakaian dan inilah awal dari kebangkitan untuk generasi abad 21 yang penuh denagn jiwa kreatif.
(prio Pamungkas)
DIarsipkan di bawah: Artikel dan Opini



Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin