“Bukan Lagi Pertemuan Para Bocah”

Volunteer Gathering 2009

YAPPIKA, 12 April (Pertemuan Relawan tahun ke VI)

Sawaludin Permana

diskusi

Menurut saya, pertemuan yang diadakan relawan tahun ini benar-benar unik. Saya katakan unik karena sejak awal kali terbentuk, semua pertemuan relawan mulai yang pertama sampai dengan yang kelima diorganisir oleh YAPPIKA sendiri di mana relawan adalah bagian yang memang secara integral berada dalam tubuh YAPPIKA. Satu hal yang berbeda adalah pertemuan relawan YAPPIKA tahun ke VI ini diselenggarakan atas inisiatif dan partisipasi dari relawannya sendiri sebagai sebuah kebutuhan untuk menyatukan visi dan misi kembali sebagai sebuah organisasi.

Jika dahulu seorang kawan pernah menulis tentang pertemuan relawan sebagai sebuah pertemuan para bocah dengan keluguannya yang memang benar sedang lucu-lucunya ketika sedang belajar berjalan atau belajar bicara. Pada saat itu memang bisa dibenarkan, ketika seseorang atau sebuah organisasi yang masih dalam tahap berkembang, segala kesalahan apapun bisa dilakukan karena dalam setiap proses pembelajaran kesalahan mengajarkan kita bagaimana bertindak benar setelahnya. Jadi, pengalaman-lah yang membantu kita untuk tidak mengulangi kesalahan lama dan berusaha untuk tidak terjerumus ke dalam kesalahan baru. Jadi kesalahan juga membuat sebuah pendewasaan berjalan dengan sewajarnya.

Jika diintip kegiatan kerelawanan selama satu tahun ke belakang, sudah beberapa program digulirkan YAPPIKA yang melibatkan partisipasi relawannya, maupun kegiatan atas inisiatif dari relawannya sendiri. Kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan kanker payudara gratis yang bekerja sama dengan RS. Dharmais dan Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ) terkait isu mengenai pelayanan publik dan penyuluhan hukum berjalan kepada warga beberapa kelurahan di Jakarta Utara pernah dilakukan. Sementara itu, beberapa kegiatan inisiatif juga dilakukan, seperti bimbingan belajar singkat yang diberikan secara cuma-cuma kepada siswa sekolah dasar yang menjadi pengunjung perpustakaan YAPPIKA. Kalau kegiatan kerelawanan seperti tanggap bencana memang belum dilakukan, kecuali pada bencana nasional tsunami yang melanda Aceh dan Nias pada tahun 2004 silam, jika ada yang melakukan itu atas inisiatif pribadi masing-masing yang bergabung dengan lembaga lain.

Memang, dalam laporan tahunan yang diberikan pengurus beberapa kegiatan kerelawanan tidak bisa atau belum terlaksana karena beberapa kendala, terutama masalah sumber daya manusianya yang terbatas, mengingat beberapa anggota sudah memiliki kesibukan lain di samping organisasinya sendiri dan kesulitan untuk membagi waktu secara seimbang.

Itulah sebabnya pertemuan relawan YAPPIKA kali ini saya katakan bukan pertemuan para bocah lagi, karena selain sudah berusaha untuk memfasilitasi dirinya sendiri, segala permasalahan terkait dengan organisasi sudah bisa dipecahkan secara mandiri. Bahkan pada pertemuan kali ini pun program-program yang akan dilakukan ke depan sudah direncanakan dan dicanangkan, terutama pengembangan sumberdaya dan keanggotaan yang sudah harus diperbaiki dan ditambah.

Jadi, apapun rencana yang sudah dibuat dengan niat yang bulat untuk dilaksanakan, semoga bermanfaat untuk kemajuan dan perubahan masyarakat, relawan itu sendiri, dan organisasi. Salam.***

3 Tanggapan

  1. kok foto gw disitu kagak kelihatan hehehehe….good job bang!!!!

  2. gak muat soalnya kalo dimasukin semuanya….

  3. kurang ajar lo bang………kapan lagi ney blog eksis……woy pada kemana sey

Tinggalkan Balasan