KWITANG RIWAYATMU KINI

Layaknya lagu Bengawan Solo dalam potongan liriknya, “Bengawan Solo riwayatmu kini”. Bengawan Solo dengan berbagai cerita telah ditulis atau diabadikan menjadi kisah bahkan sejarah. Lirik ini juga dapat di buat syair untuk sejarah kwitang. “Kwitang riwayatmu kini”, (Perubahan dari penulis) potongan lirik seperti Bengawan Solo. Lirik ini mendeskripsikan sebuah ulasan singkat mengenai perubahan dari Kwitang saat ini.

Kwitang menjadi tempat penjualan buku murah bagi masyarakat dari berbagai tempat. Kwitang menjadi tempat alternatif bagi orang tua untuk membeli buku sekolah bagi anaknya. Kwitang menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memburu buku kebutuhan akademis dengan penyesuaian uang saku yang ada. Bahkan, Kwitang menjadi tempat adegan dalam sebuah film dengan aktris si cantik “Dian Sastro” yang merupakan kebangkitan dari perfilman Indonesia. Serta, masih banyak cerita lainnya yang telah mentorehkan sejarah bagi Kwitang sendiri atau bagi mereka yang memang memiliki kenangan manis atau pahit.

Namun, Kwitang dimaksudkan disini adalah tempat mencari buku untuk memuaskan kebutuhan akan pengetahuan bagi siapa saja. Banyak sudah generasi penerus bangsa menginjakan kakinya untuk bertualang mencari kebutuhan akan informasi mengenai pengetahuan. Di kwitang sendiri banyak dijual buku-buku mulai dari kebutuhan sekolah anak sekolah dasar sampai menengah atas, buku untuk kalangan akademisi, dan buku-buku untuk umum. Serta, terdapat juga untuk kebutuhan orang tua yang peduli akan tingkat perkembangan anaknya seperti; buku bergambar, cerita, dan lain sebagainya.

Kwitang telah banyak sekali menolong masyarakat Indonesia dengan mencerdaskan bangsa. Mengapa dapat dikatakan demikian? Sebab Kwitang telah banyak sekali memberikan sumbangsih kepada negara melalui buku. Jelas, sesuai dengan tujuan pembangunan Indonesia yang tertuang dalam undang-undang dasar 1945. Hal ini dipertegas dengan duta baca Indonesia sering memberikan ajakan untuk membaca sehingga bangsa ini terbebas dari kebodohan.

Cerita ini mungkin akan berakhir sampai disini saja. Kenapa tidak? Karena Kwitang kini hanya tinggal riwayat saja. Tepat pada hari Kamis, 23 Agustus 2008 Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) telah membongkar Kwitang seperti layaknya di tempat lainnya. Mungkin saja Kwitang ini telah menganggu ketertiban umum karena tempatnya berada tepat di pinggir jalan. Dengan toko-toko di belakangnya serta kantor yang berada di sana. Pemilik salah satu toko buku yang telah memiliki banyak cabang di tempat lain. Awalnya pun berjualan di tempat penjual buku di Kwitang berada saat ini. Pemilik toko tersebut beranjak dari usaha penjualan buku sama seperti penjual lainnya. Namun, tidak sama halnya dengan temannya yang telah sukse. Nasib para penjual buku lain mungkin ingin mengikuti jejak temannya yang telah sukses. Tetapi, itu hanya tinggal harapan, usaha mereka telah dibongkar oleh pemerintah setempat. Adakah peluang lain bagi para penjual buku? Lalu bagaimana dengan konsumen pembeli buku yang memang secara tidak langsung mendapatkan 2 keuntungan, mendapat buku dengan harga terjangkau dan mendapat pengetahuan dari buku tersebut.

Memang benar para penjual telah melakukan kesalahan dengan berjualan dipinggir jalan. Namun, selama beberapa tahun lamanya tidak ada terdengar bahwa tempat itu akan dibongkar ataupun diminta pindah. Kemudian baru Kwitang ini di bongkar. Selanjutnya, masyarakat yang biasa membeli buku di tempat tersebut juga mulai bingung untuk mencari alternatif di tempat lain.

Mungkinkah dari pembongkaran ini diberikan ruang bagi pedagang. Setelah pindah apakah harga buku yang biasa dijual dengan harga terjangkau masih tetap tanpa ada penambah. Penambahan yang harus konsumen tanggung untuk membayar sewa tempat atau lain sebagainya.

PRAYIT S.A

Sir HanMetAn

Tinggalkan Balasan