Di tengah maraknya gaya hidup manusia yang individualistis, relawan Yappika terus bergerak dengan berbagai cara.
Ya, relawan Yappika sampai saat ini terus aktif, relawan dibentuk oleh Yappika dalam rangka menggerakkan kemampuan muda dari berbagi elemen. Kerja nyata relawan ini dimulai pada saat pemilu 2004 melalui kegiatan pemantauan lapangan, call direct sampai pengarsipan. Pasca tsunami Aceh dan Nias, relawan dilibatkan sebagai pusat informasi dalam menghimpun jumlah posko yang ada di Jakarta dan Aceh. Disampiing itu juga pernan relawn dalam urusan logistik, evakuasi dan sebagainya.
Sesehubungan dengan salah satu isu yang diusung Yappika yakni pluralisme , relawan Yappika dilibatkan dalam kegiatan Rakkfest (Festival Rayakan Keberagaman) yang merupakan sarana merupakan media kampanye penghargaan terhadap keberagaman atau pluralisme terhadap masyarakat luas.
Rakkfest pertama kali diadakan tahun 2004 di Gor Jakarta Timur, Otista dengan tema ”Jaga Solidaritas dalam Keberagaman Kita” . Kemudian Rakkfest bulan September tahun 2005 yang dilaksanakan di GOR Jakarta Utara dengan tema ”Harmoni in Diversity”
Sejak saat itu, nama-nama relawan yang pernah terlibat dalam event Yappika mulai dikumpulkan dan diarsipkan dalam data based relawan. Dalam Formulir relawan, selain mengisi biodata mereka juaga dapat memilih beberapa kegiatan yang disediakan Yapikka sehingga jika dibutuhkan Yappika dapat menghubungi relawan tersebut.
Selanjutnya Pelatihan Media Review diadakan Yappika untuk relawan yang ingin mengetahui bagaimana menganalisis suatu pemberitaan media baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Kemudian relawan melakukan media review dari beberapa media cetak dengan tiga isu yaitu masyarakat sipil, pilkada dan Aceh pasca tsunami. Tetapi karena ada kendala, hasil media review belum dipublikasikan.
Hingga sekarang sudah banyak sekali kegiatan yang diadakan oleh Yappika selama kurun waktu kurang lebih 4 tahun. Relawan bukan hanya sekedar memberikan tenaga tetapi juga bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Relawan Yappika yang aktif jumlahnya tidak terlalu banyak. mereka dikategorikan aktif apabila mereka rutinmengikuti kegiatan di yappika. Tak jarang relawan sering main untuk sekedar nongkrong, bermain computer, membaca buku diperpustakaan atau mengerjakan tugas kuliah.
Dalam bidang advokasi kebijakan publik, relawan Yappika juga mempunyai peran membantu staf divisi advokasi seperti Advokasi RUU Pemerintahan Aceh yang berkolaborasi dengan beberapa NGO. RUU Pemerintahan Aceh iini sudah disahkan pada tahun 2006 yang lalu dengan UU No 11 Tahun 2006. Selain itu divisi Advokasi juga melibatkan relawan dalam mengawal pembahasan RUU Pelayanan Publik termasuk dalam pemantauan ke DPR.
Kesempatan terbuka luas bagi relawan yang aktif dan memiliki kapasitas ataupun yang memiliki minat asall tetap mau belajar. Yappika bisa menjadi rumah kedua mereka, kegiatan di yappika terus hidup dengan adanya relawan. Perpustakaan Yappika tidak pernah sepi pengunjung.
Ajang yang paling ditunggu oleh relawan adalah volunteer gathering sebagai sarana refleksi antara Yappika dengan relawan dan antara relawan dengan relawan selama setahun ini, di samping itu memalui volunteer gathering relawan dapat berkumpul, sharing pengalaman dan ide dan juga perumusan program relawan Yappika satu tahun kedepan.
Hidup terus berjalan, relawan yappika juga mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Suasana pembelajaran terus menerus menjadi sebuah keunikan dan kelebihan yang tidak bisa disia-siakan begitu saja. Bahkan jika ingin tahu lebih banyak tentang IT relawan dapa belajar dari staf Yappika yang kompeten di bidangnya bahkan pelatihannya sendiri sudah dimulai bulan November 2006 dan masih berlanjut hingga kini. Kini kiprah relawan Yappika terus berkembang seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi.
Menjadi relawan adalah pilihan, kini tinggal bagaimana memanfaatkan sesuatu yang ada asalkan tidak merugikan kepentingan orang lain. (delia)
DIarsipkan di bawah: Pojok Relawan | Ditandai: relawan, yappika


